Rabu, 31 Desember 2014

SELURUH LINK ARTIKEL ADA DI SINI...!!!

INFO SNMPTN :
1 Oktober 2014 : SNMPTN 2013. 61 PTN untuk 150ribu Siswa..!!!
1 Oktober 2014 : Tips dan Trik SNMPTN Undangan 2012
1 Oktober 2014 : Perkenalan SNMPTN 2013
1 Oktober 2014 : Ini lho Pola Penerimaan Perguruan Tinggi Negeri 2013
1 Oktober 2014 : Program Bidik Misi PTN
1 Oktober 2014 : Ayo di Cek!!! -- Jurusan Dengan Passing Grade Tertinggi Tahun 2009/2010
1 Oktober 2014 : 120.000 Kursi SNMPTN 2012 Direbutkan Oleh Calon Mahasiswa
1 Oktober 2014 : Pertanyaan yang Paling Sering Di Ajukan dalam SNMPTN Tulis 2012
1 Oktober 2014 : Panitia SNMPTN Antisipasi Lonjakan Pendaftar
1 Oktober 2014 : 20%, Pendaftar SNMPTN Meningkat
1 Oktober 2014 : Penghasilan Ortu Tak Tentukan Kelulusan SNMPTN
1 Oktober 2014 : Perlukah SNMPTN..???
1 Oktober 2014 : Kolom Penghasilan Orangtua Dipertanyakan


INFO SBMPTN :
1 Oktober 2014 : Apakah daftar PTN Favoritmu Masuk dalam Daftar SBMPTN..??
1 Oktober 2014 : Ini lho Pola Penerimaan Perguruan Tinggi Negeri 2013
1 Oktober 2014 : 150ribu Siswa Cerdas Gagal SNMPTN 2011
1 Oktober 2014 : Kuota SBMPTN Hanya 110 Ribu. Termasukkah Kamu..??



INFO LAINNYA :
1 Oktober 2014 : Pendidikan Teknologi Masuk Desa
1 Oktober 2014 : Cara Mengirimkan File Lampiran Melalui Email
1 Oktober 2014 : UI Tolak Disebut Kampus dengan Biaya Mahal
1 Oktober 2014 : Peringkat Universitas di Indonesia Update Juli 2011
1 Oktober 2014 : Perbedaan Jurusan TEKNIK INFORMATIKA dengan SISTEM INFORMASI
1 Oktober 2014 : Penambahan Fasilitas Pendidikan, Untuk Jurusan Sepi Peminat
1 Oktober 2014 : 5 Politeknik Terbaik Di Indonesia versi DIKTI Tahun 2008
1 Oktober 2014 : Kunci Jawaban Beredar di Internet..?? JANGAN PERCAYA..!!!
1 Oktober 2014 : Tips dan Trik Memilih Perguruan Tinggi Favorit
1 Oktober 2014 : Daftar Sekolah Tinggi Negara / Kedinasan
1 Oktober 2014 : Daftar website Perguruan Tinggi Indonesia
1 Oktober 2014 : Apa itu Tes Potensi Akademik (TPA) dan Trik Jawab..??
1 Oktober 2014 : Di UGM ada Kuliah Gratisan Lho
1 Oktober 2014 : Program Studi Kuliah yang Bisa Membuat Kamu KAYA..!!
1 Oktober 2014 : Tips Dan Trik 90% Lulus Ujian SBMPTN. Penting Sekali Ini !!!
1 Oktober 2014 : IQ Kamu Mau di Tingkatkan..?? Begini caranya..
1 Oktober 2014 : 5 Kesalahan Pengisian LJK+Gambar -> SBMPTN dan UN
1 Oktober 2014 : TIPS AGAR JADI ORANG SUKSES DARI (A – Z)


SOAL SBMPTN :
1 Oktober 2014 : Soal SNMPTN 2010
1 Oktober 2014 : Soal Latihan SNMPTN 2011 IPD + TPA
1 Oktober 2014 : Soal Latihan SNMPTN 2011 IPA dan IPS
1 Oktober 2014 : Prediksi Soal SNMPTN 2008, Khusus IPA
1 Oktober 2014 : Prediksi Soal SNMPTN 2008, Khusus IPS
1 Oktober 2014 : Download Soal SNMPTN 2010
1 Oktober 2014 : Soal Latihan SNMPTN 2012
1 Oktober 2014 : Soal SNMPTN 2009 + TPA


SOAL UN/UAN/UNAS :
1 Oktober 2014 : Soal UNAS 2009
1 Oktober 2014 : Soal UNAS 1988 - 2005 + Kunci
1 Oktober 2014 : Soal Kimia-Fisika-Matematika (2004-2008)
1 Oktober 2014 : Soal Listening Bahasa Inggris Format MP3 2005-2011
1 Oktober 2014 : KUMPULAN SOAL-SOAL UAN / UN SMK 2004
1 Oktober 2014 : Soal simulasi UAN / UN 2010 IPA + IPS
1 Oktober 2014 : Jadwal dan Kisi-kisi Ujian Nasional 2012
1 Oktober 2014 : Soal Try Out UN SMA 2012


SOAL LAINNYA :
1 Oktober 2014 : Soal SMUP 2009
1 Oktober 2014 : Soal STAN Latihan v.1
1 Oktober 2014 : Soal STAN Drill Latihan v.2
1 Oktober 2014 : Soal STAN + Pembahasan (2000-2010)
1 Oktober 2014 : Soal Try Out STAN (2011)
1 Oktober 2014 : Soal STAN lainnya


 


Sumber : Ardhi Sukses

Rabu, 10 Desember 2014

4 Nilai Penting SNMPTN..!!!

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dengan menggunakan nilai rapor telah berlangsung selama dua tahun. Namun, sudahkah pihak sekolah benar-benar memahami apa itu SNMPTN, mekanisme penerimaannya, serta nilai yang terkandung di dalam seleksi masuk tersebut?

Untuk itu, dalam sosialisasi SNMPTN di SMAN 02 Rantepao, Tana Toraja, Tim Seleksi Masuk Universitas Hasanuddin (TISMU) memaparkan ketentuan umum dan nilai yang terkandung dalam SNMPTN. Humas Universitas Hasanuddin (Unhas) Iqbal Sultan dan Ketua TISMU Yusafir Hala didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan yang dihadiri oleh sekira 50 Perwakilan SMA/SMK/MA di Rantepao.

SNMPTN 2015 memiliki empat nilai. Pertama, membagi kepercayaan dan kebersamaan dengan SMA & antar-PTN di Indonesia. Kedua, bagian dari edukasi nasional untuk menjunjung nilai kejujuran. Ketiga, meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi Informasi bagi generasi muda. Keempat, mempertegas keberpihakan PTN kepada calon mahasiswa baru.



Yusafir Hala menyebut, sistem penerimaan mahasiswa baru PTN 2015 melalui tiga sistem. Mulai dari SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri.

"Dalam SNMPTN 2015, sistem penyeleksian dilihat dari sekolah, siswa, dan wilayah tanpa pengotak-ngotakan wilayah," tutur Yusafir.

Sementara itu, Iqbal Sultan menambahkan, ada beberapa faktor utama dalam penyeleksian SNMPTN. Salah satunya ialah kejujuran pihak sekolah dalam mengisi data dan nilai siswa dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

"Faktor utama dalam penyeleksian SNMPTN ini, yaitu kejujuran dalam pengisian data. Selain itu juga strategi penyeleksiannya. Pada penempatan siswa sekolah hanya di sebuah fakultas, sekolah sebaiknya melebur siswanya ke banyak fakultas," ungkap Iqbal.


Sumber : okezone.com
Oleh : Ardhi Sukses


Sabtu, 06 Desember 2014

Download Soal Latihan SBMPTN 1

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera buat adik2 saya yang sedang bersemangat dan selalu berjuang untuk lulus Ujian Nasional dan pada akhirnya di terima di Perguruan Tinggi Negeri favorit.

Alhamdulillah saya menemukan beberapa soal yang bisa kamu jadikan acuan untuk SBMPTN nantinya.

So, jangan terlalu berharap ada bocoran ya. Soalnya juga saya belum pernah tahu kalau soal SBMPTN pernah bocor, tiap tahun. Kecuali soal UAN....

Langsung saja deh download soalnya.. Check it out :

Soal Saintek : Download
Soal Soshum : Download
Soal TPA : Download
Soal TKDU : Download


Oleh : Ardhi Sukses

Apa saja yang perlu kamu pelajari untuk lulus SBMPTN..???

Namanya juga ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN), pasti tingkat kesulitannya beda, dong, dengan ujian biasa. Sebab, ujian ini dimaksudkan untuk mengukur dan memperkirakan kemampuan kita ketika menempuh studi di perguruan tinggi.

Misalnya pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), peserta harus menghadapi dua jenis ujian, yaitu ujian tertulis dan ujian keterampilan. Ujian tertulis meliputi Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD) untuk bidang Sains dan Teknologi (Saintek) dan Sosio Humaniora (Soshum). Demikian dinukil dari laman SBMPTN 2015.

Secara rinci, TKD Saintek mengujikan mata pelajaran Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Sedangkan TKD Soshum menyajikan soal-soal Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.



Sementara itu, Ujian Keterampilan wajib diikuti semua peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan. Ujian ini dihelat di PTN terdekat yang memiliki program studi yang sesuai dengan pilihan peserta. Simak daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan di laman SBMPTN 2015.

Sebagai gambaran, peserta bidang seni harus menjalani tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni. Lalu, peserta ujian Bidang Ilmu Keolahragaan mengikuti tes kesehatan dan kesegaran jasmani.


Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2014/05/05/373/980389/belajar-apa-saja-untuk-sbmptn-2015
Oleh : Ardhi Sukses

Kamis, 04 Desember 2014

Contoh Lengkap Perhitungan SBMPTN dan Strategi Lulusnya.!!!

Selama ini, proses seleksi SBMPTN telah menjadi suatu misteri sehingga banyak orang  yang beranggapan bahwa lulus tidaknya seseorang dalam SBMPTN ditentukan oleh faktor nasib. Peserta  hanya membayar, mendaftar, mengikuti ujian dan akhirnya menerima hasil.  Sebagian besar peserta tidak mengetahui proses apa yang akan dilakukan panitia SBMPTN terhadap Formulir Pendaftaran dan Lembar Jawaban yang telah mereka isi hingga pengumuman hasil SBMPTN.  Hal ini diperparah oleh keterbatasan informasi mengenai SBMPTN sehingga banyak peserta yang tidak lolos sering menjadikan proses ini sebagai kambing hitam apalagi ketika melihat temannya yang menurut dia kemampuannya lebih rendah malah diterima/lolos.

Bisa jadi banyak peserta bertanya-tanya kenapa nggak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi BersamaMasuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) , padahal  termasuk siswa yang selalu masuk ranking dikelasnya. Tapi Entis Surentis  teman sekelasnya yang biasa-biasa saja malah diterima di PTN yang dipilihnya melalui SBMPTN.   Mungkin postingan ini bisa membantu menjawab misteri SBMPTN.  Tulisan ini diambil dari beberapa sumber  dengan maksud sebagai bahan evaluasi diri, paling tidak bagi adik-adik yang akan mengikuti  SBMPTN akan lebih bisa mempersiapkan diri untuk bertarung memperoleh kursi di PTN yang diminatinya.

Tentu saja paling utama untuk bisa lolos SBMPTN adalah kesiapan diri baik mental maupun akademik, termasuk memahami sistem penilaiannya.  Saya pikir itu berlaku untuk semua ujian, evaluasi, monitoring.  Artinya bagi yang di uji, yang dimonitoring, maupun yang dievaluasi mesti tahu betul sistem, kriteria, dan materi  penialaiannya. Apabila kita tidak tahu dan paham maka hampir dapat dipastikan kita nggak akan lolos karena kita tidak tahu apa yang mesti dipersiapkan.


SISTEM PENILAIAN SBMPTN  
 Sistem Penilaian SBMPTN tahun-tahun sebelum 2009 menggunakan SISTEM NILAI MENTAH yaitu mengakumulasikan jumlah nilai dari mata pelajaran yang diujikan secara total.  Sedangkan sistem penilaian SBMPTN mulai  tahun 2010 memberlakukan SISTEM PERSENTIL  yaitu penlaian per mata pelajaran yang diujikan secara terpisah.  Dengan system persentil peserta SBMPTN/SBMPTN harus mengerjakan semua mata pelajaran yang diujikan karena semua hasil tes akan diperiksa dan dinilai secara terpisah.  Penggunaan system penilaian tersebut mempunyai dampak yang berbeda dalam menentukan siapa yang akan lolos SBMPTN.

Sebelum tahun 2009, pada saat menggunakan system NILAI MENTAH banyak  peserta yang lolos atau diterima oleh satu program studi/jurusan di PTN dengan hanya mengandalkan satu mata pelajaran yang dianggap paling dikuasainya. Sedangkan mata pelajaran lain  tidak dijawab satupun dalam lembar jawaban (kosong).  Oleh sebab itu banyak peserta/siswa dari Jurusan IPA lolos (diterima)  di Akuntansi UI atau Fikom Unpad, karena mereka mengandalkan kemampuan di matematika, sementara pelajaran Ekonominya jelek bahkan mungkin tidak diisi/dikosongkan untuk menghindari nilai minus.  Namun demikian bukan berarti yang lolos SBMPTN adalah peserta yang mengisi seluruh mata pelajaran dengan 100% benar jawabannya.  menurut saya sangatlah sulit (mendekati tidak mungkin !) peserta SBMPTN/SBMPTN mampu mengisi seluruh soal dengan benar 100%,  (kecuali jenius  he..he).  Jika kita termasuk orang biasa-biasa  dan tidak jenius, maka strategi mutlak diperlukan selain mempersiapkan kemampuan akademik (yang terbatas itu…he..he)

 Sejak tahun 2009 SBMPTN telah menggunakan penilaian dengan sistem persentil. Sistem penilaian presentil menghendaki peserta mengerjakan semua mata pelajaran yang diujikan. Tindakan pengosongan jawaban satu atau dua mata pelajaran saja maka akan dinyatakan sebagai NILAI MATI dan dapat dipastikan peserta tidak akan lolos seleksi . Dapat difahami tujuan dari pemberlakukan sistem persentil adalah untuk menjaring para peserta SBMPTN yang memiliki kemampuan lebih komprehensif artinya tidak hanya mengandalkan satu atau dua mata pelajaran yang di ujikan.   Dari penilaian secara terpisah tersebut nantinya akan diberikan rangking dan peserta yang rangking rata-ratanya bagus di semua mata pelajaran yang diujikan berpeluang besar untuk lolos. Pokoknya, jangan sekali-kali mengosongkan jawaban satu matapelajaranpun, jawablah minimal satu pertanyaan tapi benar.


 TES BIDANG STUDI PREDIKTIF (TBSP) 
 Perlu dipahami pula bahwa setiap bidang studi (mata pelajaran)  Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP)  di nilai berdasarkan aturan, sebagai berikut :
Apabila jawaban betul dikalikan 4 (empat)
Apabila jawaban salah dikali -1. (minus satu),
Apabila tidak dijawab dikalikan 0 (nol).
Dengan aturan tersebut maka jangan menjawab asal-asalan atau menjawab tapi tidak yakin bahwa jawabannya benar.  Carilah pertanyaan lain yang  dapat dijawab dengan benar (lebih baik satu jawaban benar dari pada banyak menjawab tapi salah). Berikut  ilustrasi jawaban dari dua orang peserta yang mengerjakan 7 soal SBMPTN :

1. Peserta A Menjawab 7 soal dengan rincian soal no 1 benar (skor 4 ), no 2 benar(skor 4),no 3 salah (skor -1) , no 4 salah (skor -1),no 5 (skor -1 ),no 6 (skor -1 ),no 7 (skor -1 ) jadi jumlah skor nya adalah 3. Peserta B hanya menjawab 1 soal yaitu soal no 1 sementara soal nomor lainya tidak di isi maka si B mendapatkan skor 4

Dari ilustrasi di atas   bahwa kita jangan terlalu bernafsu menjawab tapi tidak yakin jika jawaban kita benar.  Jangan berspekulasi, jawablah pertanyaan jika dianggap  mampu menjawab dengan benar,  lebih baik lewat dulu pertanyaan sulit.  Jangan terbawa penasaran sehingga menghabiskan waktu untuk mengutak-ngatik soal dan jawaban.
Kontribusi atau bobot TBSP terhadap total skore adalah 70% (0,7),  Apabila jumlah  yang diujikan 7  matapelajaran maka masing-masing matapelajaran mempunyai bobot 70%  : 7 = 10 %  (0,1). Sedangkan sisanya yang 30 % untuk bobot Tes Potensi Akademik (TPA)
Setelah skor didapat, maka dilakukan pembobotan  hasil  TBSP masing-masing matapelajaran dikali 0,1 (total 70%, karena ada 7 bidang studi).  Inilah yang disebut sebagai nilai mentah (raw score). Dari skor ini peserta mendapatkan rangking per bidang studi  di program studi yang dipilihnya.
Berikut ilustrasi sederhana perbedaan sistem penilaian persentil dengan sistem nilai mentah :



Contoh Perhitungan dengan Sistem NILAI MENTAH:
 Misal ada 3 siswa Cecep, Entis, dan Aep dengan nilai sbb:
 Cecep mendapatkan ranking 1 di mata pelajaran A dengan nilai 100 , mendapatkan rank 3 dipelajaran B dengan nilai 10 dan mendapatkan ranking 3 dipelajaran C dengan nilai 10 maka total nilai nya adalah 120 ( maka Cecep peringkat 1 umum )
Entis mendapatkan ranking 2 dimata pelajaran A dengan nilai 30 , mendapatkan rank 2 dipelajaran B dengan nilai 30 dan mendapatkan ranking 2 dipelajaran C dengan nilai 30 maka nilai nya adalah 90 (maka Entis peringkat 3 umum )

Aep mendapatkan  ranking 3 dimata pelajaran A dengan nilai 10 , mendapatkan rank 1 dipelajaran B dengan nilai 50 dan mendapatkan ranking 1 dengan nilai 50 dengan nilai 50 maka nilai nya adalah 110(maka Aep peringkat 2 umum )
Jika jumlah kapasitas yang dapat diterima 2 orang,  maka yang akan lulus adalah Cecep  dan Aep. Perhatikan ! Rangking Nilai/skor setiap mata pelajaran tidak diperhitungkan.bahkan yang memiliki 2 ranking 1 saja masih klah dengan yang mendapatkan 1 ranking 1
Sedangkan Menurut  sistem persentil, setiap pelajaran siswa akan diranking. dan diberi NILAI BOBOT  dengan rumus sebagai berikut :  100 kali (1– (rangking/jumlah perserta) , mari kita coba ilustrasikan dengan contoh yang sama seperti nilai mentah namun dengan perhitungan persentil :

Cecep ranking 1 dimata pelajaran A maka nilainya adalah 100 x (1- 1/3)= 67  , ranking 3 dimata pelajaran B maka nilai nya adalah 100 x (1- 3/3)= 0 , ranking 3 dimata pelajaran C maka nilainya adalah 100 x (1- 3/3)= 0 , maka total nilai adalah 67

Entis ranking 2 dimata pelajaran A maka nilainya adalah 100 x (1- 2/3)= 33 , ranking 2 dimata pelajaran B maka nilainya adalah 100 x (1- 2/3)= 33 , ranking 2 dimata pelajaran C maka nilainya dalah 100 x (1- 2/3)= 33 , maka total nilainya adalah 99

Aep rankin3 dimata pelajaran A maka nilainya adalah 100 x (1- 3/3)= 0 , ranking 1 dimata pelajaran B maka nilainya adalah 100 x (1- 1/3)= 67 , ranking 1 dimata pelajaran C maka nilainya adalah 100 x (1- 1/3)= 67 , maka total nilainya adalah 134.

Dengan sistem persentil ternyata urutan terbaik adalah
1.  Entis   (134)
2.  Aep     (99)
3. Cecep  (67)

Jika jumlah kapasitas yang dapat diterima 2 orang, maka yang akan lulus adalah Entis dan Aep.
Berdasarkan penilaian secara terpisah itu, hasil tes akan diberikan rangking.
Coba perhatikan ! Entis misalnya, pada sistem NILAI MENTAH dia memperoleh total skor yang paling rendah. Jika sistem nilai mentah Entis  “TIDAK LOLOS”. Namun dengan sistem PRESENTIL justru Entis “LOLOS” Kenapa ?
Karena Entis mempunyai ranking yang relatif stabil disetiap matapelajaran yaitu rangking 2 di semua matapelajaran. Berbeda dengan Cecep, walaupun pada sistem nilai mentah dia LOLOS (karena mempunyai skor mentah tertinggi), Namun dengan sistem presentil Cecep malah “TIDAK LOLOS” Kenapa ? Karena Cecep hanya mengandalkan Mata pelajaran A  (rangking 1) sedangkan mata pelajaran lainnya diabaikan (mempunyai rangking 3).

Artinya, peserta dengan rangking rata-ratanya tinggi  di semua mata pelajaran yang diujikan akan berpeluang besar lolos SBMPTN. Jika tidak bisa tinggi semua…yaaaa paling tidak stabil di semua mata pelajaran.
Ilustrasi diatas mudah-mudahan mampu menjelaskan misteri, kenapa teman kalian yang tidak diperhitung ketika di SMA  malah LOLOS di SBMPTN/SBMPTN.

Informasi sistem penilaian presentil inilah yang tidak semua calon peserta mengetahuinya. Sehingga menganggap bahwa temannya yang tidak mempunyai kemampuan “mumpuni” malah lolos di SBMPTN. Saya tidak menyatakan bahwa teman anda yang dianggap “tidak mumpuni” itu mendadak pinter ketika ikut SBMPTN  atau “main mata dengan panitia. Tapi saya yakin dia mempunyai strategi jitu untuk bisa lolos SBMPTN karena sadar nggak mungkin mendadak pinter, tapi pasti dia  Cerdas !
Tentu saja tujuan Panitia memberlakukan sistem persentil itu adalah untuk menjaring/menyaring para peserta SBMPTN yang memiliki kemampuan lebih komprehensif. Alasannya, banyak kasus yang telah terjadi sebelumnya, di mana peserta yang lolos dan diterima di sebuah jurusan/program studi di PTN ternyata tidak memiliki kemampuan yang mahir sesuai jurusan yang dipilihnya.
Bagaimana kita memperoleh data pendaftar pada program studi yang kita pilih pada tahun ini ?  tentu saja tidak bisa, kita hanya bisa memperoleh jumlah pendaftar  tahun sebelumnya dengan cara googling.  jika sudah diperoleh maka kita bisa memprediksi seberapa besar peluang untuk bisa lolos.


  TES POTENSI AKADEMIK 
Selain TBSP,   SBMPTN/SBMPTN  juga menambahkan satu materi tes yaitu Test Potensi Akademik (TPA) dengan bobot penilaian 30 persen.  Bentuk TPA sendiri adalah tes kemampuan berpikir secara logis. Tes tersebut  berbeda dari psikotes yang harus ditangani khusus oleh psikolog.
Pada dasarnya TPA bertujuan untuk menjaring peserta SBMPTN/SBMPTN dengan menekankan panilaian pada tiga poin, yaitu kemampuan komunikasi, analisis, dan hitungan. TPA merupakan indikator panilaian intelegensia alamiah peserta, selain untuk menjaring siswa yang betul-betul memiliki kemampuan yang konprehensif melalui TPBSP.
Tes ini juga berguna sebagai indikator penilaian yang bebas dari kontaminasi bimbingan belajar sebab kebanyakan siswa yang lulus dan bisa mengerjakan soal tes hanya karena hapal rumus yang didapat saat bimbingan belajar saja bukan murrni kemampuan berpikir sendiri. Test ini juga bertujuan untuk menghindari peserta lolos tetapi tidak cocok dengan jurusan/program studi yang dipilihnya.
Soal-soal TPA memang tidak secara khusus diajarkan di Sekolah. Kemampuan menjawab TPA akan sangat bergantung pada pengetahuan umum dan kebiasaan membaca diluar buku pelajaran, seperti majalah, koran,  berita TV dan lain-lain.  Carilah contoh-contoh soal TPA agar anda terbiasa menjawab secara benar dan cepat.  Perlu dipahami pula bahwa SBMPTN/SBMPTN dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang selain pintar tapi juga cerdas.


MATERI SOAL
Materi soal untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN/SBMPTN) dimungkinkan dibuat berbeda dari tahun ke tahun. Materi soal yang bersifat prediktif tersebut nantinya akan menjadi acuan untuk bisa mengetahui potensi calon mahasiswa sesuai program studi pilihannya. Bisa saja  materi soal SBMPTN tidak mengulang materi yang sudah diujikan pada Ujian Nasional (UN) SMA/Sederajat. Soal-soal dibuat di luar kurikulum SMA/Sederajat untuk bisa melihat kemampuan dan kelulusan siswa yang akan menimba ilmu di bangku kuliah sesuai program studi yang dipilih.
Idealnya, semua matapelajaran TBSP dan TPA harus bagus,  namun apabila dilihat dari soal-soal yang dikeluarkan , saya malah melihat tidak ada satu orang pesertapun yang akan mampu menjawab secara benar seluruh soal yang diujikan dengan waktu sangat terbatas.   Tanpa bermaksud mengajak berspekulasi, bagaimanapun perlu dilakukan strategi dan taktik agar bisa lolos dengan berbagai keterbatasan kemampuan yang ada pada diri kita.

Dari uraian diatas beberapa catatan taktik dan strategi yang perlu dilakukan :

  1. Pahami betul kriteria penilaian dan aturan main SBMPTN/SBMPTN
  2. Pelajarilah soal-soal SBMPTN/SBMPTN tahun-tahun sebelumnya agar terbiasa dengan bentuk dan materi soal/pertanyaan SBMPTN/SBMPTN
  3. Ikutilah beberapa kali Try Out  jauh sebelum SBMPTN/SBMPTN  yang diselenggarakan oleh penyelenggara Bimbel agar dapat mengukur kemampuan dan meningkatkannya.
  4. Jawablah pertanyaan matapelajaran yang diujikan, jangan ada satu matapelajaranpun yang dikosongkan, jika ini dilakukan maka akan masuk pada NILAI MATI, yang dapat dipastikan tidak lolos
  5. Jawablah soal yang  yakin dapat dijawab dengan benar, walaupun hanya 1 atau 2 soal sekalipun.  Jangan bernafsu untuk menjawab seluruh pertanyaan tapi tidak yakin bisa menjawab dengan benar.  Berdasarkan pengalaman peserta  dari yang Lolos SBMPTN/SBMPTN tahun-tahun sebelumnya, justru di hanya menjawab 1, 2 atau 3 pertanyaan dari setiap mapel, tapi yakin benar.
  6. Jawablah soal yang paling mudah terlebih dahulu.  Jangan habiskan waktu mengutak-ngatik soal sulit  hanya karena penasaran.  Jawablah soal seperti anda mengisi teka teki silang. Setelah mengisi yang mudah biasanya akan muncul inspirasi jawaban soal yang sulit yang tadinya dilewat.
  7. Pahami mata pelajaran pendukung program studi yang dipilih.  Misalnya  anda memilih program studi Teknik Sipil maka matapelajaran pendukungnya adalah matematik dan fisika. Upayakan nilai tes Matematik dan Fisika tinggi.
  8. Carilah informasi jumlah pendaftar dan daya tampung pada program Studi yang dipilih di tahun-tahun sebelumnya  sebagai gambaran jumlah pesaing dan memprediksi ranking. (biasanya jumlah pendaftar tahun sebelumnya nggak terlalu jauh berbeda).  Misalnya disini
  9. Walaupun tidak ada passing grade, namun perlu diperoleh informasi skore total (TBSP +TPA) yang dapat diterima di Program Studi yang dipilih dan bandingkan dengan hasil try out jika masih dibawah tingkatkan kemampuan samapai melebihi skore minimal Program Studi yang dipilih.
  10. Jika ternyata  Skore  beberapa Try out tidak mampu melampaui nilai minimal, sudah saatnya mempertimbangkan untuk mengalihkan pilihan program studi atau PTN  yang  “passing grade”nya lebih rendah.
  11. Ikutilah SBMPTN/SBMPTN dengan tenang dan tidak menjadi beban berat yang seolah-olah jika tidak diterima SBMPTN masa depan atau reputasi anda hancur…!

Sumber : https://www.facebook.com/notes/nanda-rusmana/sistem-penilaian-sbmptn/559190367458165
Oleh : Ardhi Sukses

Kamis, 27 November 2014

Hindari Kesalahan Pendaftran Online SNMPTN

Kemarin pendaftaran online seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dibuka. Panitia Lokal (Panlok) Bandung menyiapkan kursi sebanyak 38.500 orang untuk peserta yang akan mengikuti ujian tertulis pada 12-13 Juni 2012.

Sekretaris Eksekutif I SNMPTN Panlok Bandung Asep Gana Suganda mengatakan, pendaftaran online dibuka pada 10 Mei pukul 22.00 WIB. Sebelum mengisi, calon peserta harus memerhatikan berbagai hal agar tidak terjadi kesalahan pendaftaran.

”Karena itu, sebelum mendaftar online, peserta terlebih dulu harus mengunduh buku panduan pendaftaran peserta SNMPTN dan panduan informasi melalui laman www.snmptn.ac.id agar peserta memahami seluruh informasi,” ujar Asep, kemarin.

Berbeda dengan pendaftaran SNMPTN 2011, tahun ini pendaftaran lebih sederhana. Salah satunya dalam proses pembayaran, tahun lalu calon peserta diharuskan menyebutkan nomor induk siswa nasional (NISN), kode panlok, dan pilihan paket kelompok ujian (IPA/IPS/IPC). Sedangkan pada tahun ini, calon peserta hanya diminta menyebutkan tanggal lahir sebagai identitas diri saat melakukan pembayaran di bank.

Selain itu, perbedaan sistem pembayaran pada tahun ini adalah tidak terdapat pembagian waktu pembayaran biaya ujian bagi lulusan SMA/ MA/SMK/MAK tahun ijazah 2010 dan 2011 dengan lulusan tahun ijazah 2012. Pembayaran dilakukan dalam waktu bersamaan.

”Untuk menghindari kepadatan jaringan peserta, jangan menunda- nunda untuk melakukan pendaftaran online. Sebaiknya dilakukan awal-awal masa pendaftaran agar mudah masuk ke sistem,” jelasnya.

Menurut Asep, biaya pendaftaran tidak berubah, masih sama seperti tahun lalu yaitu Rp150.000 untuk kelompok IPA atau IPS, sedangkan untuk IPC dikenakan biaya Rp175.000


Sumber : kampus.okezone.com
Oleh : Ardhi Sukses

Selasa, 25 November 2014

Dampak Salah Memilih Jurusan dan Tips Memilih Jurusan yang Tepat..!!!

Ujian Nasional sebentar lagi dilaksanakan dan selanjutnya adalah menentukan langkah selanjutnya. Bagi kalian yang ingin meneruskan pendidikan masuk ke perguruan tinggi tentunya harus sudah menyiapkan jurusan apa yang akan diambil nanti. Beberapa anak  suka mengalami kendala dalam memutuskan utuk memilih perguruan tinggi mana dan memilih jurusan kuliah apa karena sebagian anak belum mengetahui bakat dan minatnya sendiri.
Tak sedikit anak yang memilih jurusan kuliah atas dasar ikut-ikutan temannya yang sudah kuliah, karena dorongan dan paksaan orang tua dan juga karena mengikuti pacar. Yang perlu kalian tau jika memilih jurusan kuliah tidak sesuai dengan kepribadian, bakat, minat serta potensi diri kita sendiri akan menimbulkan beberapa masalah dalam proses study. Salah memilih jurusan kuliah punya dampak yang signifikan terhadap kehidupan di masa mendatang, kira-kira apa dampak salah memilih jurusan kuliah? Ada yang tau?

Berikut Dampak Salah Memilih Jurusan Kuliah

  1. Problem Psikologis
    Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai minat, bakat dan kemampuan, merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan, apalagi kalau itu bukan kemauan / pilihan anak, tapi desakan orang tua. Belajar karena terpaksa itu akan sulit dicerna otak karena sudah ada blocking emosi. Kesal, marah, sebal, sedih, itu semua sudah memblokir efektivitas kerja otak dan menghambat motivasi. Memilih jurusan kuliah sesuai dengan saran teman atau trend, padahal tidak sesuai dengan minat diri juga punya dampak psikologis, yakni menurunnya daya tahan terhadap tekanan, konsentrasi dan menurunnya daya juang. Apalagi kalau pelajaran kian sulit, masalah semakin bertambah, bisa menyebabkan kuliah terancam terhenti di tengah jalan.
  2. Problem akademis
    Problem akademis yang bisa terjadi jika salah mengambil jurusan kuliah yaitu, seperti prestasi yang tidak optimum, banyak mengulang mata kuliah yang berdampak bertambahnya waktu dan biaya, kesulitan memahami materi, kesulitan memecahkan persoalan, ketidakmampuan untuk mandiri dalam belajar, dan buntutnya adalah rendahnya nilai indeks prestasi. Selain itu, salah memilih jurusan kuliah bisa mempengaruhi motivasi belajar dan tingkat kehadiran. Kalau makin sering tidak masuk kuliah, makin sulit memahami materi, makin tidak suka dengan perkuliahannya akhirnya makin sering bolos. Padahal, tingkat kehadiran mempengaruhi nilai.
  3. Problem relasional
    Salah memilih jurusan kuliah membuat anak tidak nyaman dan tidak percaya diri. Ia merasa tidak mampu menguasai materi perkuliahan sehingga ketika hasilnya tidak memuaskan, ia pun merasa minder karena merasa dirinya bodoh, dsb hingga dia menjaga jarak dengan teman lain, makin pendiam, menarik diri dari pergaulan, lebih senang mengurung diri di kamar, takut bergaul karena takut kekurangannya diketahui, dsb. Atau, anak bisa jadi agresif karena kompensasi dari inferioritas di pelajaran. Karena dia merasa kurang di pelajaran, maka dia berusaha tampil hebat di lingkungan sosial dengan cara missal, mendominasi, mengintimidasi anak yang dianggap lebih pandai, dsb.

Nah, setelah kita tau betapa besar dampak salah memilih jurusan kuliah, maka tugas kita selanjutnya adalah bagaimana cara memilih jurusan yang benar.


Bagaimana memilih jurusan kuliah yang tepat?

Memilih jurusan kuliah pada dasarnya merupakan sebuah proses yang sudah dimulai sejak masa anak-anak. Kesempatan, stimulasi, pengalaman apa saja yang diberikan pada anak sejak kecil secara optimum dan konsisten, itu akan menjadi bekal, modal dan fondasi minat dan bakatnya. Makin banyak dan luas exposure-nya, makin anak tahu banyak tentang dirinya, tapi makin sedikit exposure nya, makin sedikit juga pengetahuan anak tentang dirinya. Menurut Gunadi et al (2007), ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemilihan jurusan agar jurusan yang dipilih tepat, berikut tips memilih jurusan yang tepat menurut Gunadi (2007):

  1. Mencari informasi secara detil mengenai jurusan yang diminati. Sebelum memilih jurusan, hendaknya anak punya informasi yang luas dan detil, mulai dari ilmunya, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, universitasnya, komunitas sosialnya, kegiatan kampusnya, biaya, alternative profesi kerja, kualitas alumninya, dsb.
  2. Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu anak tangga awal dari dari proses pencapaian karir. Anak perlu tahu realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depannya. Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidupnya kelak past sukses seperti yang di iklankan.
  3. Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kemampuan dan minat siswa yang bersangkutan. Jika seorang siswa memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minatnya, maka dirinya akan mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah, namun jika dirinya tidak memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, bisa mempengaruhi  motivasi belajar seperti yang telah dijelaskan di atas.
  4. Berpikiran jauh ke depan melihat konsekuensi dari setiap pilihan, apakah mampu menjaga komitmen dan konsekuensi kerja sebagai akibat dari pilihan itu? Di setiap pilihan pasti ada konsekuensi profesi, jangan sampai ingin punya status tapi tidak ingin menjalani konsekuensinya. Jangan sampai ingin jadi dokter tapi tidak siap mendapatkan panggilan mendadak tengah malam dari pasiennya; ingin jadi tentara tapi takut berperang; ingin jadi guru tetapi tidak sabar / tidak senang disuruh menghadapi anak murid. Jadi, kalau sudah punya cita-cita, siapkan mental, fisik dan komitmen untuk mau belajar menghadapi tantangannya.
  5. Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan cita-cita anak. Setiap anak pasti memiliki cita-cita. Jika anak bercita-cita menjadi psikolog maka sebaiknya memilih jurusan psikologi bukan jurusan sosiologi atau yang lainnya. Jika ingin menjadi dokter, ya harus mengambil kuliah kedokteran. Pelajari bidang studi yang mempunyai beberapa proses. Misalnya, anak kelak ingin menjadi dokter bedah, maka terlebih dahulu harus menjalani kuliah di kedokteran umum.
  6. Menyiapkan beberapa alternatif. Alangkah baiknya jika anak memiliki lebih dari satu alternative untuk menjaga jika dirinya tidak masuk di alternative pertama, maka masih ada kesempatan di alternative berikutnya. Pemilihan alternative studi harus pun diupayakan yang masih sesuai dengan minat dan kemampuan anak, bukan karena pilihan yang paling besar kemungkinan diterima padahal tidak sesuai minat.

Kuliah membutuhkan banyak biaya dan waktu yang tidak sebentar. Maka, selagi masih belum terlanjur, memilih jurusan kuliah harus memang benar-benar tepat untuk anda, jangan sampai nantinya putus ditengah jalan.

Pudji Susilowati, S.Psi (2006) Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi : Jakarta



Sumber : belajarpsikologi.com
Oleh : Ardhi Sukses

Kamis, 20 November 2014

Mau Lulus SNMPTN..?? Ini 10 tekniknya..!!

Sampai sekarang pun, para siswa tidak tahu bagaimana sistem atau kriteria apa yang dinilai dalam SNMPTN itu sendiri. Banyak orang beranggapan lulus atau tidaknya itu tergantung pada keberuntungan. Jangan pernah berpikir SNMPTN diperuntukkan hanya untuk orang dengan peringkat tertinggi saja. Orang dengan peringkat terendah pun bisa lulus universitas negeri asal menggunakan trik-trik tertentu.



Berikut ini, akan saya berikan beberapa tips bagi kamu anak kelas XII yang sedang resah menghadapi SNMPTN 2014.

1. Pilihlah Jurusan Berdasarkan Minat, Bakat, dan Kemampuanmu
Banyak orang yang gagal dalam SNMPTN karena terlalu percaya diri. Percaya diri sangatlah boleh, tapi harus melihat kemampuan pribadi kalian juga. Lihat minat, bakat, dan kemampuanmu. Dengan nilai-nilaimu yang telah kau dapat sejauh ini, kira-kira dimana kamu akan diterima dengan nilai yang kamu capai.

Kenyataannya, saat ini banyak sekali mahasiswa yang sudah ada di universitas negeri yang malah hengkang. Hal ini yang mereka sebut sebagai “salah jurusan”. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang terlalu memaksakan diri. Mereka sudah tahu bahwa jurusan itu tidak mereka minati, lebih lagi tidak sesuai dengan kemampuan mereka, tapi mereka masih ngotot untuk mengambil jurusan itu.

Alhasil, ketika menjalani perkuliahan, banyak sekali hal-hal yang membuat mereka tertekan dan tidak nyaman sehingga mereka lebih memilih untuk keluar dan pindah.

Maka dari itu, janganlah kamu termasuk ke dalam golongan orang yang memaksakan kehendak. Ukurlah dulu sampai dimana batas kemampuanmu. Sehingga nantinya kamu akan nyaman menjalani perkuliahan dan tidak akan hengkang.

 2. Yang Akan Menjalani Perkuliahan Adalah Kamu, Bukan Orangtuamu
80 persen masalah yang biasa muncul di bimbingan konseling menjelang SNMPTN adalah siswa yang galau karena orangtua mereka. Tidak selamanya orangtua memiliki keputusan yang sama dengan sang anak.

Ketika orangtua memaksamu untuk memilih pilihan mereka, yang bukan kamu banget, janganlah takut. Kamu bisa menolaknya. Kamu punya hak atas masa depanmu. Coba jelaskan pada orang tuamu secara halus. Kamu buat mereka percaya bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang menjadi minat, bakat, dan kemampuanmu. Ingatlah bahwa yang akan menjalani perkuliahan nanti adalah dirimu sendiri, bukan ayah atau ibumu.



3. Sesuaikan Pilihanmu Dengan Ekonomi Keluarga
Sebelum memilih universitas negeri, carilah dulu perincian dana atau biaya kuliah yang akan kamu keluarkan selama menempuh pendidikan. Lalu, kamu sesuaikan biaya kuliahmu dengan pendapatan ayah dan ibumu. Jangan sampai ketika sudah semester empat atau lima, kamu harus hengkang karena orang tuamu tak sanggup lagi membiayai perkuliahanmu.

4. Alumni SMA Memperngaruhi Citra SMAmu
Alumni juga memegang peran besar disini. Kakak tingkat dari SMAmu yang juga ada di jurusan yang kamu tuju. Semakin besar IPK atau semakin banyak prestasi mereka, maka akan semakin besar juga peluang diterimanya kamu. Sebaliknya, jika citra mereka di kampus jelek, maka sekolahmu akan dipandang jelek juga oleh panita SNMPTN.

5. Hati-hati dengan Lintas Jurusan
Buat kamu yang berasal dari jurusan IPS sementara ingin kuliah di jurusan IPA atau sebaliknya, diharapkan lebih berhati-hati. Lihat dulu kebijakan dari universitas negeri yang ingin kamu tuju. Pastikan mereka memperbolehkan lintas jurusan. Karena tidak semua universitas menghalalkan lintas jurusan.

6. Apakah Sekolahmu Masuk Daftar Blacklist?
Blacklist ialah dihapusnya sebuah sekolah dari daftar calon mahasiswa baru di universitas tertentu dalam jangka waktu tertentu. Jadi, jika sekolahmu terkena blacklist oleh suatu universitas akan berdampak kepadamu juga. Kamu tidak akan diterima di universitas tersebut. Pastikan kalau universitas negeri yang kamu pilih, dulunya tidak ada kakak tingkatmu yang meninggalkan universitas itu sebelum melakukan verifikasi.



Kamu juga harus memilih jurusan dengan sepenuh hati dan jangan setengah hati. Jika kamu sudah dinyatakan lulus SNMPTN dan tidak mengambilnya, maka akan berdampak besar dengan adik-adik kelasmu nanti. Sekolahmu akan masuk daftar blacklist dan adik-adik kelasmu tidak akan diterima di universitas itu lagi dalam jangka waktu tertentu karena PTN itu merasa dilecehkan.

7. Cara Mengurutkan Pilihan Jurusan
Urutkanlah pilihanmu berdasarkan prioritas keinginanmu. Pilihan pertama, berarti itu jurusan yang paling kamu inginkan. Dan begitu pula seterusnya. Karena berdasarkan survei tahun 2012, 92 persen undangan diterima di pilihan pertama. Jadi berhati-hatilah dalam mengurutkan pilihan jurusan.

 8. Konsekuensi Nilai
Perhatikan nilaimu dari semester pertama sampai semester akhir. Apakah nilaimu konsekuen atau tidak. Konsekuen di sini maksudnya adalah nilaimu dari semester pertama sampai semester akhir mengalami kenaikan atau minimal tetap, bukan mengalami penurunan. Misalnya pelajaran matematika, semester satu 70, semester dua 73, semester tiga 74, semester empat 76, dan semester lima 80. Perhatikan nilai matematika tadi, nilainya terus mengalami kenaikan dari semester ke semester. Itu menunjukkan bahwa nilai matematikamu sudah konsekuen.

9. Prestasi Akademik dan Non Akademik
Jangan lupa lampirkan prestasi tertinggimu selama di sekolah. Baik prestasi akademik maupun non akademik. Diusahakan, prestasi yang dikirimkan memiliki hubungan dengan jurusan yang kamu pilih. Misalnya, jika kamu ingin mengambil jurusan kedokteran, lampirkanlah piagam penghargaan telah memenangkan lomba PMR. Agar piagam itu sendiri menjadi bahan pertimbangan diterimanya kamu di jurusan itu.

10. Akreditasi Sekolah
Terpandangnya sekolahmu karena akreditasi atau prestasinya di mata kabupaten, kota,  provinsi, nasional, dan internasional akan menjadi pertimbangan bagi mereka untuk menerima kamu menjadi mahasiswa baru.

Itulah beberapa tips yang bisa membantu kamu dalam mengadapi SNMPTN 2014. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang sedang bingung menghadapi SNMPTN. Intinya, jangan pernah takut, karena SNMPTN masih bisa disiasati.


Sumber : okezone.com
Oleh : Ardhi Sukses

Selasa, 18 November 2014

Harus Baca..!! Motivasi untuk peserta SNMPTN & SBMPTN

Kami sering menyampaikan bahwa SNMPTN ibarat Panggung Perang Buatan, sedangkan ujiannya itu sendiri adalah medan pertempuran (battle). Sedangkan perang yang sesungguhnya adalah perjuangan untuk mencapai kesuksesan Anda masing-masing dengan SNMPTN. Untuk dapat mencapai kesuksesan Snmptn ternyata lebih ditentukan faktor Emotional Intellegence (IE = kematangan emosional) daripada faktor kepintaran (baca IQ = Intelligence Quotient) ia merupakan kecerdasan seseorang yang ditunjukkan berdasarkan tes intelegensi, a measure of a person’s intelligence as indicated by an intelligence test. Jadi hanya si Cerdas plus yang punya Action yang baiklah yang bisa lolos dari “lobang jarum” Snmptn yang demikian ketat! Hendaknya kita semua sadari bahwa Snmptn adalah salah satu jenis seleksi yang harus kita ikuti agar kita bisa kuliah di PTN yang kita dambakan. Snmptn menurut panitia adalah kegiatan seleksi calon mahasiswa untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri di tingkat Nasional dengan Pola ujian tulis dan ujian keterampilan khusus bagi Program Studi tertentu. Fakta dari Snmptn menunjukkan bahwa tingkat persaingannya cukup tinggi dan bagi beberapa PTN SNMPTN yang sangat favorit, realita menunjukkan rasio persaingannya sangat tinggi.

Marilah kita membahas arti Impian yang penting bagi Anda para calon Peserta Snmptn. Kami yakin Anda semua mempunyai mimpi yang hebat sehingga Anda begitu semangat berjuang, Mungkin di antara Anda ada yang bermimpi kuliah di Pendidikan Dokter, Teknik Informatika, Teknik Industri, Akuntansi, Manajemen, dan lain-lain. Atau Anda mungkin ada yang pengen banget kuliah di UI, ITB, USU, Unpad, Undip, Unhas, Unlam, UGM, UIN, UNS atau PTN SNMPTN lainnya. Ternyata Impian itu begitu penting karena hampir 95 % keberhasilan Anda di Snmptn atau Seleksi PTN mana pun ditentukan oleh Impian dan Action Anda. Walaupun Impian merupakan sesuatu yang immaterial tapi ia dapat memotivasi Anda untuk mewujudkannya dalam jangka waktu yang jelas. Ingatlah Adik-adik, minat saja belum tentu merupakan impian. Impian lebih merupakan hasrat Anda untuk sesuatu yang positip, sesuatu yang bernilai untuk hidup Anda. Impian merupakan hal yang amat penting sebagai modal utama untuk Sukses dalam Snmptn dan Kuliah Anda di PTN SNMPTN.



Dalam persaingan perebutan kursi PTN dalam jenis seleksi apa pun ternyata fakta memperlihatkan bahwa banyak peserta yang pandai atau bahkan boleh dibilang jenius tapi ternyata mengalami kegagalan yang ironis. Fakta adalah bukan fantasia, fakta membuktikan terkadang rangking 1 di SMA paling top di Metropolitan, tapi bisa gagal Seleksi PTN. Terkadang rangkingnya biasa saja, Try Out juga tidak pernah lulus tetapi kenyataannya berhasil menembus Seleksi PTN. Itulah salah satu bukti kebesaranNya; manusia adalah manusia, -dengan segala kelemahannya; keberhasilan adalah keberhasilan, – hanya Tuhan-lah yang menentukan. Kami yakin sebagian besar pelajar punya mimpi, mimpi yang besar untuk menembus PTN Idaman. Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah sesuatu yang benar-benar didambakan dan harapan orang tua juga merupakan suatu kebanggaan tersendiri bila dapat lulus Seleksi PTN. Tetapi pada kenyataannya mimpi hanya tinggalah mimpi dan tidak pernah menjadi kenyataan. Banyak dari para peserta yang hanya jadi pemimpi dan tanpa mencoba berbuat untuk mewujudkan mimpi dan harapannya itu. Oleh karena saran kami supaya Anda sukses, Lakukan : ACTION for your success! Dengan persaingan yang super ketat dalam Seleksi PTN seperti Snmptn (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) memenangkan persaingan diperlukan kerja keras dan pintar serta strategi yang tepat, karena tanpa ini semua, bukan kesuksesan yang didapatkan tapi menemui kegagalan. Oleh karena itu ACTION-lah Anda dengan:

Begin From The End
Pepatah mengatakan “If you fail to plan you plan to fail”, jika Anda gagal membuat sebuah rencana, itu sama saja merencanakan kegagalan. Seperti halnya kesuksesan dibidang lain, energi terbesar kesuksesan di Seleksi PTN sangat ditentukan seberapa besar impian Anda untuk memasuki jurusan di PTN yang Anda dambakan. Daripada banyak bemimpi lebih baik bersikap positif terhadap hal apapun merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keinginanmu. Jangan pernah pedulikan bagaimana kualitas seorang Guru yang mengajar, sekolah yang kurang fasilitas, kemampuan yang serba terbatas. Fokuslah pada hal-hal yang positip bisa menunjang kesuksesan. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan tidak ada hentinya untuk berusaha mengejar ketinggalan. “Insya Allah Kami pasti bisa berhasil”, Kami pasti bisa, Kami pasti bisa memasuki PTN Idaman, Insya Allah!

Siapkan Mental Anda
Kesiapan mental diperlukan bukan hanya ketika pelaksanaan Ujian, tetapi pada saat kapanpun termasuk ketika akan belajar dan saat Anda menerima Hasil Pengumuman Snmptn. Jangan Anda terlalu memikirkan bahwa Mungkinkah Kami lulus, Kami mengharapkan Anda belajar untuk menerima hasil dengan sadar, kepala dingin, dan ikhlas, Lulus atau tidak lulus Anda di Snmptn itulah adalah KehendakNya.

Lakukan Pendekatan diri kepada Allah SWT. secara lebih intensif
Setelah usaha maksimal dilakukan, maka hendaknya semuanya diserahkan kepada Allah SWT. Sebesar apapun impian kita, mustahil akan berhasil tanpa ridhoNya. Pendekatan diri kepada Allah SWT dan berdoa agar dalam belajar mudah memahami materi pelajaran, ketika memilih jurusan dan pada pelaksanan Seleksi PTN diberikan kemudahan dan dijauhkan dari kesalahan dan kesalahan yang mungkin terjadi karena kealpaan. Fakta Kelulusan Seleksi PTN terbesar yaitu Snmptn memperlihatkan bahwa hanya sekitar 20 persen yang bisa lulus seleksi. Mereka yang 20% itu benar-benar beruntung. Keberuntungan mereka ditunjang oleh keyakinan sukses dan didukung oleh tindakan nyata, Mereka tidak hanya bermimpi sukses di SNMPTN tapi mereka benar-benar berbuat banyak untuk kesuksesannya. Mereka lebih menomorsatukan tindakan daripada mimpi mereka.



Sumber : Ardhi Sukses
Oleh  : tentang-snmptn.blogspot.com

Senin, 03 November 2014

IQ Kamu Mau di Tingkatkan..?? Begini caranya..

Kecerdasan dapat dibagi dua yaitu kecerdasan umum biasa disebut sebagai faktor-g maupun kecerdasan spesifik. Akan tetapi pada dasarnya kecerdasan dapat dipilah-pilah. Berikut ini pembagian spesifikasi kecerdasan menurut L.L. Thurstone:

  1.     Pemahaman dan kemampuan verbal
  2.     Angka dan hitungan
  3.     Kemampuan visual
  4.     Daya ingat
  5.     Penalaran
  6.     Kecepatan perseptual

Skala Wechsler yang umum dipergunakan untuk mendapatkan taraf kecerdasan membagi kecerdasan menjadi dua kelompok besar yaitu kemampuan kecerdasan verbal (VIQ) dan kemampuan kecerdasan tampilan (PIQ)

Menurut para ahli IQ - Intelligence Quotient, dapat ditingkatkan dengan latihan sederhanadan mengubah kebiasaan-kebiasaan tertentu, caranya sebagai berikut :

Latihan pernapasan dalam
Pernapasan dalam meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, juga merilekskan kita sehingga meningkatkan fungsi efektif otak. Cara melakukanya mudah, pejamkan mata dan tarik nafas lewat hidung, sehingga paru-paru dipenuhkan sampai kapasitasnya, lalu hembuskan secara perlahan.

Saat melakukan pernapasan dalam hilangkan semua pikiran yang masuk kedalam kepala anda. Coba jangan pikirkan apapun kecuali efek penenangan dan perileksan dari saraf dan tubuh. Cara ini sangat berguna dan efektif untuk menyelesaikan masalah secara kreatif.

Ketika anda selesai melakukan latihan yang hanya perlu waktu 2 sampai 4 menit ini, kemampuan anda untuk menyelesaikan masalah akan meningkat paling sedikit 80%. Pikiran akan merasa jernih dalam sekejap jika dilakukan hanya 5 kali berturut-berturut, anda juga akan lebih bisa mengkoordinasikan pemikiran sehingga menjadi lebih jelas.


Jaga postur tubuh
Postur tubu dapat menentukan seberapa baik anda berfungsi. Berdiri bungkuk dan mulut terbuka mengurangi kemampuan berpikir jernih.Untuk membuktikan hal ini, coba duduk membungkuk dengan mulut terbuka sambil menyelesaikan soal matematika didalam pikiran.Kemungkinan anda akan menemukan, anda tidak bisa menyelesaikan masalah secara cepat dan tidak bisa berfikir secara jernih.
Lakukan olahraga untuk membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Aerobik apa saja bisa memberikan hasiat ini.

Perhatikan makanan
Jangan makan segala sesuatu yang mengandung gula sederhana secara berlebihan. Semua karbohidrat sederhana, jika dimakan sejumlah banyak, secara umum membuat lelah yang bukan hanya akan membuat anda lebih lamban dalam berpikir, tapi juga membuat lamban secara fisik.

Semoga bermanfaat.
Sumber : Panitia SNMPTN 2012



Sumber :smsrsd-infopenting.blogspot.com
Oleh : Ardhi Sukses

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews